Harusnya kita tak benar-benar seperti ini.
Membiarkan masing-masing diri bungkam tanpa sapa.
Saling menyimpan tanya pada tiap-tiap rasa,
meski aku tahu cara kita berpandangan sudah jauh berbeda.
Harusnya kita tak benar-benar seperti ini.
Kita yang saling menjauhkan padahal jemari
saling ingin mendekatkan.
Kita yang dibesarkan gengsi sampai lupa bahwa
melupakan hal yang paling sulit kulakukan.
Harusnya kita tak benar-benar seperti ini.
Kehilanganmu aku terbunuh sepi yang terus datang,
sedang kamu mungkin sedang asyik menggenggam
juga memeluk seseorang.
Harusnya kita tak benar-benar seperti ini.
Dua orang yang penah sama-sama menjaga hatinya
untuk sebuah cinta, dua orang yang dulunya berharap
tak ada yang harus pergi hingga meninggalkan luka.
No comments:
Post a Comment